Sebuah Pernikahan kadangkala menjadi impian terbesar seorang wanita. wanita hebat pasti memiliki impian yang sangat besar. kadang tertunda dengan banyaknya hal. faktor yang menjadi keutamaan ada pada keseriusan pasangan yang mempunyai komitment saling melengkapi hidup berdua, membuahi anak-anak yang mereka bentuk dengan sangat apik, kenapa aku sebutnya apik karena anak bukan barang yang kita didik dengan asal-asalan. jangankan pernikahan. hubungan yang menyambungkan positif dan negatif yang membahayakan suka konslet apalagi anak yang kita lahirkan dari rahim yang dengan akal sehat mungkin diluar logika manusia. itulah kuasa sang maha pencipta. tapi anak yang kita didik dengan sistem yang sama dengan pasangan menjadi penerus bibit-bibit yang nantinya akan melihat kita ketika mereka mempunyai tujuan hidupnya salah satu selain menikah. mencukupi kebutuhan hidupnya. seorang wanita yang berkecukupan menceritakan kisahnya. dia terlahir dari pasangan yang jarak umurnya jauh maksudnya umur kedua pasangan ini beda hampir 7-8 tahun. kalo kata kita sih udah cukup untuk menjalin ikatan pernikahan. pernikahan mereka sangat singkat kenal hanya tiga bulan, dan berani untuk melangsungkan pernikahan. menikah atas restu orangtua yang beda adat istiadat, kebiasaan dan sifat. kalo kita bisa bilang sih agak cocok kita panggil pernikahan 3 culture. antara barat, tengah dan timur. jarang di temui sih aku lahir di tanah sunda. kedua adikku juga seperti itu hanya saja beda kota. aku besar dari adat ayahku SUNDA. aku terbiasa menjalankan adat istiadat ayahku. ibuku terlahir dari tanah bugis. aku tidak tau jauh tentang adat mereka karna aku sudah lama tidak singgah ke tanah nene moyangku. nene moyang dari ibuku tentunya. sekarang ayah sudah menurunkan adat sunda aku berterimakasih. tetapi kebanyakan adik dari ibuku semua tinggal di tanah timur. hanya tinggal aja lama kelamaan menetap bagian timur MALUKU. percampuran adat sunda, bugis dan maluku mengalir deras dalam darahku. yang sekarang aku bingung. aku pasrah atas apa yang sudah ALLAH tetapkan untukku. kadang suka mengeluh tak bisa berada dalam kondisi seperti ini. aku lelah. semua pencapaianku los dari apa yang sudah aku rencanakan. seketika lenyap terbakar. data-data hilang. tak tergambarkan lagi masa depan ku bagaimana. yang seharusnya bagaimana masa depanku tergantung pada DIRIKU SENDIRI!!
teman, sahabat, kekasih... kini aku sendiri. menata hidup bukan sekedar materi. rezeki sudah pasti ALLAH atur masing-masing. punya takaran tetapi kita tak mengetahuinya seberapa takar itu penuh terisi atau kan terisi dan tumpah lagi. hidup kadang rumit, yang membuat rumit hanyalah sepercik masalah yang tak henti-henti datang bertubi-tubi.
takk kuaaatt.. hatuus ku jalani...
bersemayam dalam kesendirian..
mencari oendamping yang mengertiii dan menerima akuu apadanya.
menyambungkan yang seharusnya disambungkan dengan ikatan yang suci...
pernikahan adalah sebuah kata yang keramat..
kapan nikah? dengan siapa sekarang?
selalu terdengar dari seseorang yang dekat atau baru bertemu lagi denganku..
santaiii. rezeki, jodoh dan mauutt..
sudah ada yang mengaturnya.. pasrahkaaann sajaaaaa...