Selaput dara sendiri memiliki fungsi untuk menyaring kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam Miss V. Selain itu, selaput dara bertumbuh seiring dengan berkembangnya organ intim seorang wanita. Bisa dikatakan bahwa selaput dara bukanlah selaput yang menjadi penanda seorang wanita msih perawan atau tidak. Faktanya fungsi dari selaput dara tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual.
Seiring bertambahnya usia, selaput dara bisa berubah bentuk. Pada anak perempuan selaput dara berbentuk seperti bulan sabit atau donat kecil. Umumnya selaput dara berbentuk seperti cincin dengan adanya lubang kecil di tengah. Lubang tersebut memungkinkan keluarnya darah menstruasi . Tidak hanya perubahan bentuk elastisitas selaput dara juga bisa berubah. Saat remaja, selaput dara cenderung menjadi lebih elastis. Memasuki usia dewasa selput dara berubah jadi lebih tebal dibandingkan waktu remaja. Selaput dara bisa berubah karena adanya pengaruh dari perubahan hormon, salah satunya hormon estrogen.
Hubungan selaput dara dan tanda keperawnan.
Seperti yang sudah diainggung diatas, banyak orang masih menjadikan bercak darah sebagai tanda keperawanan karena perempuan yang masih perawan dianggap memiliki selaput daa yang masih utuh.
Namun, jika perempuan cukup mendapatkan rngsangan pendarahan bisa tidak terwujud. Jadi, keluarnya darah saat berhubungan intim untuk pertama kalinya tidak selalu menjadi tanda keperawanan.